Ilusi gerimis mencapai visual.
Ketika hujan jatuh pada jejalanan beraspal.
Monokrom Wonokromo, traffic jam,dan sepotong sore dalam teatrikal.
Lalu monolog hujan menembus dinding dinding mural.
Di seberang jembatan,
dan huruf huruf dalam papan iklan.
Berloncatan.
Berlarian.
Menubruk tubuhku dari belakang.
Masuk ke otak kiri, mengubah jutaan sel sel syaraf.
Menari nari.
''huruf huruf gila! apa salah saya?
Saya warga kota yang baik tolol!
Saya taat peraturan,pajak dan hukum.
Apa kalian ingin merusak otakku,heh?
Beraninya keroyokan. (JANCUK)
..tiba tiba, tanpa diminta, huruf huruf tadi
memenuhi ruang imajinasi saya!
BOOM,,,!
ekplosi nagasaki lantakkan naluri.
seperti jutaan sperma menyebar menyetubuhi ovum.
Oh tuhan dari segala tuhan!!
(akhirnya imajinasi tuhan telah mengganti
figur uang di otak saya, sungguh ajaib)
Huruf huruf yang telah mengubah otak saya;
jenis binatang apa huruf huruf ini??
Turun dari papan iklan,kemudian entah tersesat
atau sengaja menyesatkan saya.
Intervensi sempurna.
Linear.terencana. tanpa ba bi bu.
.bla bla bla bla. masuk saja ke otak.
Terus bekerja sesuai teori, psikologi,analisa,dan statistika.
#
setelah peristiwa itu,
tubuh saya diperintahnya memasuki etalase plasa oleh huruf huruf tadi.
Bertamasya. Memasuki lorong lorong plasa.
Saya disambut petugas petugas plasa,
''selamat datang di kebun binatang konsumerisme!''
,anda adalah hewan pertama hari ini
yang terperangkap oleh huruf huruf kami''.
June 10, 2010 at 5:11am ·
Tidak ada komentar:
Posting Komentar