Kamis, 10 Mei 2012

dansa dua kekasih

mari berdansa.
di bawah langit perca.
di lorong lorong tegak bersambung,
hampir mirip aksara aksara pada lampu billboard
sepanjang trotoar darmo boulevard.


kau potret sekali lagi,
sketsa oktober tanpa pedansa pedansa
yang menari membawa lentera.


sajak sajak basi bergegas naik koper.
menentukan epilog di boulevard ini.
mengemasnya dalam bingkai roman kemarin sore.

tapi kau tak pernah bilang, persetubuhan kami belum selesai.
juga tubuh kami adalah mesin mesin di mana kelak seribu tahun lagi
album kenangan akan kami reproduksi.


abjad abjad berhamburan dari mulut mu,
menggenangi mata kaki mu; hingga aku tak dapat
melihat garis putih zebra cross darmo boulevard.

mulutmu tiba tiba bersayap, dan hinggap
di telingaku.


" aku melihat peti mati ku di arak menuju
krematorium; meninggalkan tempat kau dan aku dulu
berjanji menjadi artifak,
dua artifak di sini".


                                                                          October 11, 2010 at 12:48am ·

Tidak ada komentar:

Posting Komentar