hujan
barangkali sudah limabelas menit ia duduk di teras depan
menunggu si tuan rumah membukakan pintu
dan bertanya kabar atau suatu pesan
hujan
tetapi ia menolak pulang
enggan beranjak dari depan pintu teras
dan terus memainkan rambutnya; yang panjang menyentuh
setiap sudut kaca jendela
hujan
lelah ia mengetuk pintu; lalu mengutuki rumah batu
ia terlanjur datang di antar gulungan hitam rambut nenek sihir
yang sudi menjemputnya bila ia akan pulang
October 13, 2010 at 11:41pm ·
Tidak ada komentar:
Posting Komentar