Selasa, 21 Februari 2012

mendengar surabaya meringkik

mendengar surabaya meringkik kesakitan seperti  seekor kuda cokelat, tua, lusuh --berjalan sendiri dan menyeret,
melewati jalan jalan aspal kotor-- ditubuhnya ada berbagai macam hiasan iklan dan logo bank; sebuah perempuan dengan fesyen gila mengumbar paha, di seberang jalan seorang lagi menampar sore dengan belahan dada.

tentunya menarik mendengar surabaya meringkik seperti seekor kuda kesakitan; ia lalu lalang di sepanjang jalan aspal menyeret jutaan nasib orang ---juga nasib nasib yang menunggu di bangku terminal---.
tubuhnya yang lusuh dan penuh borok, dipaksa menarik kereta kereta beton acapkali liar dan sombong, juga rakus. di atas kereta kereta beton ada lusinan bahkan ratusan tumpukan apartemen apartemen yang mengungkung gerak tubuhnya.

apakah kamu pernah mendengar surabaya meringkik kesakitan? seperti seekor kuda cokelat tua dan lusuh? banyak borok di tubuhnya, juga logo logo bank? atau mungkin logo logo restoran cepat saji? pernahkah kamu??

bagaimana kalau kita sekarang ingin mendengar surabaya meringkik kesakitan seperti seekor kuda cokelat tua dan lusuh?
tentu bisa saja kamu berjalan sendiri. coba matikan televisi. keluarlah rumah. jangan hiraukan ocehan fesbuk dan twitter. keluarlah kemana saja kamu suka. ke jalan protokol boleh. ke taman taman kota boleh. atau ke plasa plasa boleh. ambilah sisi kiri untuk berjalan di sepanjang trotoar. nanti kamu suatu saat akan temukan suara ringkikan seekor kuda kesakitan. o malang sungguh.

tetapi mendengar surabaya meringkik kesakitan seperti seekor kuda cokelat tua dan lusuh akan melewati halaman depan rumah kamu setiap hari. macam tukang sayur yang tanpa permisi.

                                                                                                 July 27, 2011 at 11:29pm ·

1 komentar: