Jumat, 17 Februari 2012

di simpang api berpesta

orang orang mengutuki api berpesta
yang sedang  asyik dansa dansi
pada sebuah sore kemarau pasi

gaun mu aku lihat menjulang
dari
sebuah restoran cepat saji
seperti jubah gipsi;

kelam nan anggun
tenang dan tekun,

mengiringi rapuh bangun:
sebuah prosesi kematian

---biarkan kami berdansa, seperti Rumi
yang mencintai Tuannya, seperti bumi
yang mengemas samudra,

api abadi prosesi pembakaran dansa kami


                                                                             September 29, 20112:01am ·

Tidak ada komentar:

Posting Komentar