orang orang mengutuki api berpesta
yang sedang asyik dansa dansi
pada sebuah sore kemarau pasi
gaun mu aku lihat menjulang
dari
sebuah restoran cepat saji
seperti jubah gipsi;
kelam nan anggun
tenang dan tekun,
mengiringi rapuh bangun:
sebuah prosesi kematian
---biarkan kami berdansa, seperti Rumi
yang mencintai Tuannya, seperti bumi
yang mengemas samudra,
api abadi prosesi pembakaran dansa kami
September 29, 20112:01am ·
Tidak ada komentar:
Posting Komentar