Senin, 27 Februari 2012

Cumulusnimbus IV

                                          : menara ketenangan

di sinilah aku berdansa; dengan giwang parsi, iringan syair dalu, 
lengkung cahaya kemala --tempo langsam sang purnama--,
juga gugusan bintang di selengan rasi Cassiopeia.

jatuh ke udara karbon; terlampau monoton,
 senyap perkusi yang muskil, tetapi ku larut tangan cipta; sebuah
 konstelasi percakapan kami,
-- aku dan angin---

kemudian hening; pintu pintu terkunci, sebaris doa untuk
yang akan mati,
dan aku pejam di atas menara majusi.

                                                                         Saturday, May 21, 2011 at 1:27am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar