Jumat, 17 Juni 2011

saya bertemu wanita kesepian di chatbox.

di ujung kamar adalah nyanyian camarpantai
atau mungkin onggokan episode romantis
berbau bangkai.

malam ini, bulan dan bintang nampak di layar bioskop,
kata mu lewat sms.
tetapi aku melihat jempolwajah mu dari mikroskop.

dan bahasa kita lenggangkan.
di antara manik manik papan ketik,
yang dimainkan jari jemari panik.

sebuah rendezvouz antik.


mulut kita tumbuh hanya koral;
menjadi hidup dalam rumah rumah virtual,
melalui terminal demi terminal,

atau karang kesepian di atas bantal.


March 11, 2011 at 12:07am

Jumat, 03 Juni 2011

histeria pukul empat


: di darmo boulevard

tiga irisan pelangi jatuh juga sore itu. sehabis hujan. di perempatan lampu merah boulevard darmo. siapa yang iseng mencabul pelangi gumam perempuan tua di halte. menurut tukang sapu depan konjen. sebelum kejadian naas tersebut. ada tiga bidadari yang sedang menari. memanggil hujan teriaknya. sambil tangan dan jemarinya meliukliuk. juga mulutnya yang lebar memanggil taksi. kemudian keluar pria setengah gendut botak menjinjing tas laptop. menawarkan diskonan paket hujan bulan ini. setelah itu tukang sapu depan konjen tidak ingat apapa. karena ia tadi sibuk membalas komen fesbuknya. tiba tiba ia lantas melihat sebuah papan reklame. dengan suksesnya ambruk menimpa tempat para bidadari menari tadi. ia hanya melihat ambulan. sekejap. berhenti sebentar. kemudian pergi. perempuan tua di halte datang. bertanya. apakah pernah melihat tiga irisan pelangi jatuh disini. enam menit lalu. mungkin. barangkali. tukang sapu menggeleng kepala. saya cuman melihat tiga bidadari menari sambil mulutnya mangapmangap. mendadak histeris. jawabnya. 

November 15, 2010 at 10:47pm