Minggu, 08 Mei 2011

sandal japit, dan rembulan berwarna ungu



kata penyair itu, di larik puisi bututnya, rembulan kecut mengkerut. wajahnya bekas bisulan menyembul terlihat di loteng rumahku. antik.
tetapi ia bilang, "rembulan mengalahkan kecantikan setiap lonte yang pernah kelon dengan ku" sambil terus menghisap samsu.

"ah, sesekali rembulan berwarna ungu" celetukku. "dan bisa saja, atau mungkin besok malah merah jambu".

"apa memang warna rembulan keluar dari mesin foto kopi?" timpal penyair itu, dan kau bisa seenaknya meng-copypaste-kannya.

---ia tertawa ---
---samsu makin pahit---
---kopi sedikit asam---
---warna rembulan semakin ungu di mataku---

kata puisi penyair itu, lagi, sandal japit adalah pelukan romantis ketika ritmis hujan gerimis tak pernah mampir lagi,
di atas rembulan manggis.

January 21, 2011 at 12:25am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar