gerbong gerbong kereta yang perkasa
hilir mudik keluar masuk kota
stasiun demi stasiun
menjemput harapan para
penunggu bangku yang lama terpaku
angan dan lamun
tetapi apa sebenarnya yang kau bawa untukku?
siul yang jauh
susul menyusul gerbongmu menempuh
jejalanan berdebu dan lusuh
petang tiba di ketiak kotaku
yang cerewet dan angkuh
tetapi apa sebenarnya yang kau bawa untukku?
malam kemudian tubuhmu tetap perkasa
peluh yang berkarat mengkilat
di seberang plasa dan di bawah pohon iklan
sabar mengantarkan para penunggu bangku stasiun pulang
tetapi apa sebenarnya yang kau bawa untukku?
malam yang klise dengan sedikit
cahaya bulan usai gerimis
lagu para pengamen cilik yang
mendadak romantis
dan secangkir kopi yang belum juga habis
tetapi apa sebenarnya yang kau bawa untukku?
siulmu lenyap di udara karbon
hanya meresap ke dinding dinding beton
di puncak pagi setipis karton
February 4, 2011 at 10:13pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar