Jumat, 20 Mei 2011

cumulusnimbus II


percakapan kami tinggal ampas; daun daun merah marun,
buku harian lawas,
dan selarik sajak di jaket katun.

kemudian tubuh mu kau goyangkan,
ke segala haluan,
tanpa batas tapal
seperti balerina dalam resital.


tetapi di taman; taman yang pernah
kami singgahi, dan aku tak pernah mendengarmu,
mendengungkan sonata purnama
ketika bulan menghianati, lalu
bergegas menusukkan senyap perkusi.

pertemuan kami hanya pasir; yang memenuhi gurun gurun,
ambang rindu berdesir,
dari kehampaan laun.



March 29, 2011 at 1:57am

2 komentar:

  1. kemudian tubuh mu kau goyangkan,
    ke segala haluan,
    tanpa batas tapal
    seperti balerina dalam resital.

    kak...yang tadi ama yang ini akusuka bangget

    sensual.. TOP BGT..

    nama blognya pun unik..

    BalasHapus
  2. Untuk Rena: terimakasih ya telah mampir ke blog saya, untuk apresiasinya. Thanks. Salam kenal juga buat kamu ;)

    BalasHapus