percakapan kami tinggal ampas; daun daun merah marun,
buku harian lawas,
dan selarik sajak di jaket katun.
kemudian tubuh mu kau goyangkan,
ke segala haluan,
tanpa batas tapal
seperti balerina dalam resital.
tetapi di taman; taman yang pernah
kami singgahi, dan aku tak pernah mendengarmu,
mendengungkan sonata purnama
ketika bulan menghianati, lalu
bergegas menusukkan senyap perkusi.
pertemuan kami hanya pasir; yang memenuhi gurun gurun,
ambang rindu berdesir,
dari kehampaan laun.
March 29, 2011 at 1:57am