Kamis, 10 Mei 2012

senja saja!!

caci maki tukang koran sore hari,

di perempatan seberang restoran cepat saji.

seorang ibu bergesa menyebrang jalan

pak polisi berkumis tebal di tengah kemacetan.

becakbecak beradu sprint dengan bus kota

anak kecil bermain bola di taman


warung kopi depan gereja tua hingar bingar

pengamen dengan gitar lusuh

honda astrea 73 mogok dekat pegadaian

gadis berpantat aduhai menyetop bemo

pengendara motor beradu mulut dengan pengemudi taksi

penjual soto mengitung untung

anak sekolahan nongkrong rokokan di jembatan

pekerja bangunan istirahat di bawah halte

pak tua penjual manisan tersenyum

pelukis jalanan melukis perempuan

baliho iklan menutupi jembatan

sampah-sampah di trotoar

genangan air di pinggir jalan

maghrib berkumandang

petang menjelang


seorang lelaki mencatat kota di

tas punggungnya.


                                                       December 11, 2009 at 1:11am ·

seberang ranjang.

terpujilah engkau wahai
tangan tangan pagi.
yang melukis bumi dengan embun.
dan menggerayangi subuh dengan
fajar di samudra teduh.


aku pengembara yang hilang ilalang.

rudra.

arupa.

nirkata.


engkau pemilik pagi.
tangan tangan suci.
bersauh di lelabuhan kereta kembaraku.

izinkan prakata asimetrisku

meruang,

melangsam,

moksa,

di separuh lembar pagimu

                                                                      June 1, 2010 at 5:52am ·

Monokrom Wonokromo

Ilusi gerimis mencapai visual.
Ketika hujan jatuh pada jejalanan beraspal.
Monokrom Wonokromo, traffic jam,dan sepotong sore dalam teatrikal.

Lalu monolog hujan menembus dinding dinding mural.
Di seberang jembatan,
dan huruf huruf dalam papan iklan.

Berloncatan.
Berlarian.

Menubruk tubuhku dari belakang.
Masuk ke otak kiri, mengubah jutaan sel sel syaraf.
Menari nari.

''huruf huruf gila! apa salah saya?
Saya warga kota yang baik tolol!
Saya taat peraturan,pajak dan hukum.
Apa kalian ingin merusak otakku,heh?

Beraninya keroyokan. (JANCUK)

..tiba tiba, tanpa diminta, huruf huruf tadi
memenuhi ruang imajinasi saya!

BOOM,,,!
ekplosi nagasaki lantakkan naluri.

seperti jutaan sperma menyebar menyetubuhi ovum.

Oh tuhan dari segala tuhan!!
(akhirnya imajinasi tuhan telah mengganti
figur uang di otak saya, sungguh ajaib)

Huruf huruf yang telah mengubah otak saya;
jenis binatang apa huruf huruf ini??
Turun dari papan iklan,kemudian entah tersesat
atau sengaja menyesatkan saya.
Intervensi sempurna.

Linear.terencana. tanpa ba bi bu.
.bla bla bla bla. masuk saja ke otak.
Terus bekerja sesuai teori, psikologi,analisa,dan statistika.


#
setelah peristiwa itu,
tubuh saya diperintahnya memasuki etalase plasa oleh huruf huruf tadi.
Bertamasya. Memasuki lorong lorong plasa.

Saya disambut petugas petugas plasa,

''selamat datang di kebun binatang konsumerisme!''
,anda adalah hewan pertama hari ini
yang terperangkap oleh huruf huruf kami''.


                                                              June 10, 2010 at 5:11am ·

dalam kurung re-

pernahkah aku minta engkau untuk melukis tubuhku?
sekadar untuk menyenangkan hasrat melukismu.
aku tahu lukisanmu yang terburuk,
sekalipun aku bukan pengamat lukisan handal seperti kau.

tetapi aku mencintai pelukis yang melukis tanpa pernah terpaksa.
kau pernah melukis wajah kedinginan,senyum kematian
atau lukisan anak anak sedang perang perangan.

dan kemudian tubuhku pun engkau lukis.
itu pun tanpa kehendakku.

lukisan bahkan adalah sebuah tubuhku sendiri
yang kau copy dan paste ke dalam kanvasmu.

bagaimana bisa pelukis memperkosa imajinasinya sendiri.
seonggok tubuh yang berawal dari imajinasi,
kemudian kau sulut dengan kuas dan cat,
tiba tiba jadilah aku. 



                                                                               June 5, 2010 at 3:58am ·

dansa dua kekasih

mari berdansa.
di bawah langit perca.
di lorong lorong tegak bersambung,
hampir mirip aksara aksara pada lampu billboard
sepanjang trotoar darmo boulevard.


kau potret sekali lagi,
sketsa oktober tanpa pedansa pedansa
yang menari membawa lentera.


sajak sajak basi bergegas naik koper.
menentukan epilog di boulevard ini.
mengemasnya dalam bingkai roman kemarin sore.

tapi kau tak pernah bilang, persetubuhan kami belum selesai.
juga tubuh kami adalah mesin mesin di mana kelak seribu tahun lagi
album kenangan akan kami reproduksi.


abjad abjad berhamburan dari mulut mu,
menggenangi mata kaki mu; hingga aku tak dapat
melihat garis putih zebra cross darmo boulevard.

mulutmu tiba tiba bersayap, dan hinggap
di telingaku.


" aku melihat peti mati ku di arak menuju
krematorium; meninggalkan tempat kau dan aku dulu
berjanji menjadi artifak,
dua artifak di sini".


                                                                          October 11, 2010 at 12:48am ·

Jumat, 04 Mei 2012

lengka


Saya ingin membeli kaleng
Kaleng apa saja. Yang penting berbentuk kaleng
Tetapi di kota saya tak ada kaleng
Tanya saja sama papan iklan. Apa???
Ah, sungguh ketawa pun saya sudah kenyang

Apalagi mesin mesin fesyen
Mereka bersenggama setelah minum air kaleng
Jangan jangan kaleng di kota ini
sudah dijadikan kampanye politik

Peduli setan!!!

Saya produk kumpulan daur ulang
Kaleng daur ulang.
Apa saya musti ikut reality show untuk mencari kaleng?

Demikian. Ah, sama saja kosa prosa di telenovela
Kalau bukan, ‘‘Saya mengagumimu,Alfredo!”, pasti
”Berikan ciumanmu,Maria!”

Apa ya saya ikut ikutan jadi kaleng

Krompyanggg..
Klontanggg…

Itu suara kaleng yang saya rindukan
Estetikanya melebihi idol karbitan reality show manapun.
Padahal kaleng bukan realita.
Tetapi ia minta di eksiskan ke dunia saya

Saya???
Bukannya anda??

Ah, persetan kaleng—



                                                                         June 9, 2010 at 3:31am ·

Minggu, 29 April 2012

tamu teras depan

hujan
barangkali sudah limabelas menit ia duduk di teras depan
menunggu si tuan rumah membukakan pintu
dan bertanya kabar atau suatu pesan

hujan
tetapi ia menolak pulang
enggan beranjak dari depan pintu teras
dan terus memainkan rambutnya; yang panjang menyentuh
setiap sudut kaca jendela
hujan
lelah ia mengetuk pintu; lalu mengutuki rumah batu
ia terlanjur datang di antar gulungan hitam rambut nenek sihir
yang sudi menjemputnya bila ia akan pulang

                                                     October 13, 2010 at 11:41pm ·